Kapolres Prihatin, Kerusakan Jalinsum Tak Kunjung Diperbaiki

Posted by DPK MPI TAPUT Selasa, 20 Agustus 2013 0 komentar


Kapolres Taput AKBP IKG Wijatmika beserta jajarannya didampingi Kadis PU dan Kadis Perhubungan turun ke lokasi kerusakan Jalinsum, meninjau lokasi mereka melakukan pertemuan dengan para supir angkot.

Tarutung-ORBIT: Akibat kerusakan Jalinsum menghubungkan Tapanuli Utara – Tapanuli Selatan sepanjang 4,6 Km tak kunjung diperbaiki, sebanyak 150 orang supir angkutan kota (angkot) trayek 01 tujuan Tarutung – Pancur Napitu melakukan mogok kerja, Senin (4/11). Hal ini mengundang keprihatinan Kapolres Taput AKBP IKG Wijatmika SIk.
Kapolres Taput mengatakan, jalan ini sebenarnya sudah layak dijadikan kolam ikan oleh karena tingkat kerusakan strukturnya yang sudah parah. Kondisi kerusakan jalan inilah yang menyebabkan pihaknya sangat mengerti dan paham alasan para supir angkot untuk melakukan aksi mogok.
“Demi kepentingan bersama, maka saya (Kapolres, red) merasa harus turun tangan dan mendorong Pemkab dan anggota DPRD untuk membuat surat kepada Pemerintah Provinsi dan Pusat agar segera ditindak lanjuti. Kita juga merasa bangga dengan pers yang sampai saat ini setia mendampingi kita di lapangan, dan sangat mengharapkan pers juga turut mendesak agar jalinsum sepanjang 4,6 km diperhatikan dan segera diperbaiki,” ujar Kapolres.
Kedatangan Kapolres didampingi Kasat Intel, AKP Irianto, Kasat Lantas AKP Marajohan Siahaan ke lokasi jalinsum rusak ini serta Kepala Dinas PUK Ir Anggiat Rajagukguk, Kadis Perhubungan Manerep Manalu, juga Anggota DPRD Taput mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi Jalan Lintas Sumatera ini.
DPRD Taput, Dorgis Hutagalung didampingi rekannya Ottonyer Simanjuntak mengatakan, harus ada penanggulangan perbaikan awal terlebih dahulu. Agar para supir angkot dapat bekerja sebagaimana mestinya.

SUpir Patungan
Sementara itu Kadis PU Taput Ir Anggiat Rajagukguk mewakili Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara mengatakan, pemerintah siap membantu pemerintah provinsi dan saya sudah menginstruksikan kepada anggota saya untuk menurunkan alat berat dan material demi membantu masyarakat agar jalinsum ini dapat diperbaiki secepatnya.
“Sudah kita instruksikan kepada anggota agar menurunkan alat berat dan material untuk membantu perbaikan jalinsum. Walaupun, bukan menjadi porsi pekerjaan kit. Tapi, demi masyarakat Tapanuli Utara kita siap melakukan apapun”. Tukasnya.
Sementara Charles Silaban Ketua Kesatuan Supir Angkutan Umum (KSAU) Tapanuli Utara menyampaikan, apabila pemerintah tidak mampu memperbaiki jalinsum ini, kami akan tetap mogok untuk tidak menambang. Dan kami siap untuk patungan sebesar Rp 5000, dalam membantu pemerintah.
“Kesatuaan Supir Angkot Umum KSAU, sangat berharap agar dapat bisa beroperasi secepat mungkin. Kami supir siap patungan Rp. 5000 untuk memperbaiki jalinsum tersebut, karena Supir juga manusia. Mudah mudahan pemerintah juga dapat merasakan apa yang kami alami ini, jangan semua perbaikan jalan dijadikan ajang politik bagi kalangan masyarakat. Dan meminta kepada perwakilan balai jalan besar nasional untuk mengerjakannya secara cepat. Jangan hanya janji janji saja, realita yang kami inginkan,” katanya.
Pantauan Orbit di lokasi, keprihatinan atas kondisi kerusakan jalinsum ini juga mengundang simpati berbagai pihak dan masyarakat. Dewan Pimpinan Kabupaten Masyarakat Pancasila Indonesia (DPK MPI) Kab. Taput, Oktoberto Daniel Sihombing juga Kepala Desa Sangkaran, Uli Basa Hutapea mengungkapkan bahwa masyarakat dan supir angkot sudah tidak sabar lagi, karena kondisi ini sudah berlarut larut. (Od-Rin)

Sumber : Harian Orbit

Bank Sumut Cabang Tarutung Didemo, Disnakertrans Diminta Perjuangan Hak karyawan di Taput

Posted by DPK MPI TAPUT Selasa, 13 Agustus 2013 0 komentar


TARUTUNG | SUMUT24
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi ( Disnakertrans) Tapanuli Utara diminta agar memperjuangan hak-hak karyawan di Kabupaten Tapanuli Utara, seperti dialami seorang karyawan Bank Sumut Taput bernama Armadi Pane.
Permintaan itu disampaikan massa yang tergabung dalam Masyarakat Pancasila Indonesia (MPI) dan Gerakan Muda Forum Komunikasi Purnawiran TNI/Polri (GM FKPPI) Taput dalam unjuk rasa di kantor Disnakertrans Taput, Senin (10/12).
Aksi serupa juga dilakukan oleh MPI dan FKPPI di Bank Sumut Cabang Tarutung. Frans Manalu dalam orasinya menyatakan, Armadi Pane diberi sanksi oleh Bank Sumut cabang Terutung yakni perpanjangan kontrak 6 bulan dengan masa percobaan tanpa ada kesalahan yang nota bene perpanjangan kontrak 1 tahun. Oleh karena itu, kata dia, PT Bank Sumut Cabang Tarutung telah melanggar UU Tenaga kerja No 13 tahun 2003 Bab III pasal 5, 6, 41, 110 dan pasal 116.
? Tidak ada di negara ini kebal hukum, untuk itu dengan tegas kami meminta sekali lagi, copot Pinsi operasional Bank Sumut Cabang Tarutung,? tegasnya.
Kabid Tenaga Kerja Disnakertrans Taput Limbong saat menerima aspirasi MPI dan FKPPI mengatakan, sangat menyambut baik aspirasi dari teman teman. "Tolong dibuat surat resmi, pasti Disnakertrans akan tindak lanjuti. Hal ini sesuai dengan UU yang berlaku di Negara kita ini," imbuhnya.
Disnakertrans kata dia, siap menindak lanjuti tuntutan dari MPI dan GM FKPPI. Ia juga meminta MPI dan FKPPI agar membuat surat tertulis agar diproses secara perundang undangan ketenaga kerjaan di Negara ini. Usai mendapat jawaban dari Disnakertrans, aksi serupa dilanjutkan di depan kantor Bank Sumut Cabang Tarutung.
Massa menuntut agar Pimpinan PT Bank Sumut memecat Pinsi Operasional Bank Sumut Cabang Tarutung Irvandi Simanjuntak.
?Kita minta serikat pekerja yang ada di Taput untuk turun dalam hal untuk menindaklanjuti persoalan ini," harapnya sembari menegaskan kepada Direksi Bank Sumut jika tuntutannya tidak ditindak lanjuti massa akan menginap. Dalam aksi itu, massa teriak yel yel "copot Irvandi, Copot Irvandi?.
Kepala Cabang Bank SUMUT Cabang Tarutung Tunggul K Simon mengatakan pihaknya sudah menerima tuntutan saudara saudara. " Selanjutnya, kami akan mempelajari dan tindak lanjuti. Dan kita pastikan akan lebih memperbaiki Bank Sumut kedepan," ucapnya.
Ia juga menegaskan akan menindak lanjuti tuntutan teman teman sampai ke pusat. "Jadi beri kami waktu untuk menyelesaikan hal ini,? janjinya.
Ketua MPI Taput Sovian Pane, kepada SUMUT24 mengatakan, kejadian itu akibat oknum Pinsi operasional tersebut terlalu arogan.
Ia menyebutkan, tidak ada keprofesionalan dari Pinsi, hanya membawa bawa persoalan pribadi ke lingkungan pekerjaan.
?Tujuan MPI bukan hanya soal kasus itu. Tapi juga meminta kepada stake holder Bank Sumut, baik dari tingkat pusat sampai ke daerah agar menjalankan roda perusahaan sesuai aturan yang telah ditentukan," ujarnya.
Sivian juga berharap agar PT Bank Sumut menempatkan orang orang yang profesional untuk menduduki jabatan di Bank Sumut. Karena Tarutung adalah kota wisata rohani dan kota adat serta pintu gerbang pemasukan yang besar bagi Bank Sumut.
"Demi kekondusifitasan Taput, kami meminta kiranya Irvandi Simanjuntak dicopot dan dipindahkan dari kota wisata rohani ini,? tegasnya. (Tn)

Sumber : SUMUT24

MPI Bukan Peminta-minta

Posted by DPK MPI TAPUT Sabtu, 03 Agustus 2013 0 komentar
Tarutung -Masyarakat Pancasila Indonesia (MPI) MPI dalam menjalankan organisasi tidak diperkenankan meminta-minta atau menjalankan proposal guna menggalang dana. Jajaran pengurus daerah dalam melaksanakan program, harus berupaya dengan dana sendiri. Jika tidak mampu, pengurus bisa minta bantuan dari kepada pengurus pusat.

Demikian disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) MPI Sumut Meher Ban Shah pada acara pelantikan Dewan Pimpinan Kabupaten MPI Serdang Bedagai periode 2010-2014 sekaligus pelantikan DPC se-kabupaten di Lapangan Bola, Desa Firdaus, Sei Rampah, Senin (19/4) malam.

DPC MPI Sipoholon Terbentuk

Posted by DPK MPI TAPUT 0 komentar
Pengurus Pengurus DPC MPI Sipoholon Sebelumnya Selama ini anggota dari berbagai Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) di Tapanuli Utara,secara sukarela menyatakan bergabung masuk Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Masyarakat Pancasila Indonesia (MPI).

“Ini keinginan hati kami secara sukarela bergabung masuk MPI, karena kami menilai selama ini banyak melakukan berbagai kegiatan sosial membantu masyarakat,” tegas Rynt Harianja di hadapan pengurus MPI.
Salah seorang pemuda itu, Rynt Harianja, mengatakan, ia dan teman-temannya bergabung ke MPI karena ingin berbuat yang terbaik di masyarakat, seperti yang dilakukan MPI selama ini memberikan bantuan kepada masyarakat tidak mampu dan kegiatan sosial lainnya.
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) di MPI, juga menjadi alasan mereka bergabung di MPI yang independen tidak terlibat dalam politik dan mengutamakan kekeluargaan serta tidak boleh meminta-minta, tuturnya.
MPI selalu mengedepankan kekeluargaan, membantu masyarakat yang tidak mampu, ikut meningkatkan sumber daya manusia (SDM) membina prestasi anak bangsa melalui jalur pendidikan, olah raga dan membantu TNI/Polri dalam memberantas peredaran narkoba.

 Rynt Harianja 
[ Ketua DPC MPI Sipoholon ]

Unras Ormas FKPPI dan MPI Kab. Taput

Posted by DPK MPI TAPUT 0 komentar
 Senin,   10  Desember  2012  16:42 WIB

Pada hari Senin tgl 10 Des 2012 pkl : 10.00 wib, Organisasi Kemasyarakatan FKPPI dan MPI Kab. Taput sebanyak 30 orang, melaksanakan Unras di kantor Disnaker dan PT. Bank Sumut Cab. Tarutung, dengan tuntuan unras "tindakan semena-mena tidak sesuai prosedur pekerja dengan memberikan sanksi tanpa alasan yg jelas kepada karyawan Satpam PT. Bank Sumut Cab. Tarutung an. ARMADI PANE, Pihak Keamanan dari Polres Taput memberikan pengamanan sebanyak 62 personil yg dipimpin langsung Kabag Ops Polres Taput (KOMPOL P.H. SINAGA, SIK).
Dimana Unras tersebut diterima langsung oleh perwakilan dari kantor Disnaker dan PT. Bank Sumut Cab. Tarutung.


Sumber : Humas.Polri.go.id

Warga Protes Penutupan Jalan Alternatif

Posted by DPK MPI TAPUT 0 komentar
TAPUT – Beberapa warga Desa Tarutung Pea, Kecamatan Tarutung, Taput, memerotes penutupan jalan alternatif dari Jalan Ferdinand Lumbantobing menuju Pasar Tarutung. Sejumlah anak-anak dari warga Tarutung Pea membawa kardus tempat uang dengan membawa poster bertuliskan protes kepada Pemkab Taput.
Warga Tarutung Pea yang mayoritas merupakan pedagang di pasar Tarutung dan juga di lokasi jalan alternatif merasa keberatan karena menurut mereka penutupan itu akan membuat mereka kesulitan berdagang.
Alasannya, pengunjung tidak akan ada lagi yang lewat dari jalan tersebut. Warga Tarutung Pea bahkan menilai jika tetap penutupan jalan alternatif tersebut dipaksakan, maka akan menjadi kado Natal yang paling buruk dari Pemkab Taput.
Pantauan METRO, warga Tarutung Pea  didampingi organisasi Masyarakat Pancasila Indonesia Taput terus melakukan perlawanan dengan melakukan penggalangan dana di Jalan Ferdinand Lumbantobing. Sejumlah anak-anak dari warga Tarutung Pea membawa kardus tempat uang dengan membawa poster bertuliskan.
‘Kami mendukung pemerintah yang menggusur kemiskinan bukan menggusur orang miskin. Pemaksaan penutupan jalan pasar Tarutung adalah kado Natal yang buruk dari Pemkab Taput.’
Sekretaris Masyarakat Pancasila Indonesia (MPI) Tapanuli Utara Frans Manalu kepada METRO mengatakan, meskipun masyarakat Tarutung Pea terus melakukan perlawanan dengan menolak penutupan jalan alternatif tersebut, namun Pemkab Taput dalam hal ini Dinas Pasar dan Kebersihan tetap bersikukuh untuk terus melanjutkan pembangunan.
”Sampai sejauh ini belum ada titik terang antara warga dengan pemerintah. Karena warga Tarutung Pea tetap menolak penutupan jalan itu. Sedangkan pemerintah mengatakan akan membangunnya,” katanya.
M Simorangkir (50) warga Desa Tarutung Pea menyebutkan, apabila jalan alternatif tersebut ditutup, maka sedikitnya 100 KK akan mengalami kerugian. Sebab jalan terebut merupakan pintu masuk keluar masuk bagi pembeli untuk berbelanja.
“Usaha kami akan tutup total dan bahkan akan beralih profesi. Kami tidak mau, sebab itu sama dengan pembunuhan mata pencaharian masyarakat kecil,” sebutnya.
Selain itu, katanya, sebidang tanah yang sekarang menjadi jalan alternatif tersebut diserahkan masyarakat kepada pemerintah untuk dijadikan jalan dan perluasan pasar. Dimasa kepemimpinan Bupati Lundu Panjaitan sekira 20 tahun silam dengan jelas disepakati adanya pembebasan jalan dari Dusun Tarutung Pea menuju pasar.
“Untuk itu, kami tidak mau jalan ini ditutup, sampai titik darah penghabisan kami siap mempertahankan ini. Seharusnya, Pemkab bertindak selektif dan objektif untuk melindungi keperluan masyarakat khususnya masyarakat kecil,” sebutnya.
Bidang Pengelola Pasar UPT Pasar Tarutung Jujur Lumbantobing mengatakan, penutupan jalan tersebut merupakan kebijakan tepat demi menjaga keamanan sekaligus menghindari kemacetan arus lalulintas di sepanjang Jalan HKI khususnya pada hari pekan.
“Mengingat Jalan HKI selalu macet dan rawan kecelakaan, dengan terpaksa akses jalan Tarutung Pea akan ditutup dengan tembok. Kita akan komit dan konsekuen untuk melakukan penutupan jalan dimaksud. Sebab pekerjaan itu telah dilelangkan untuk dikerjakan,” kata Jujur Lumbantobing, Kamis (13/12).
“Tidak ada alasan untuk dipending. Itu bertujuan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan di FL Lumbantobing, yang pada hari pekan selalu macet. Dan menjaga keamanan pasar seperti peristiwa aksi maling.
Kita telah tetapkan satu pintu masuk dan keluar. Solusi dan alternatif tetap akan kita pikirkan. Yang jelas penutupan akan kita laksanakan sebelum 31 Desember ini,” jelasnya. (Cr-02)

Sumber : Metro Siantar

Kader MPI Ciptakan Rasa Aman

Posted by DPK MPI TAPUT 0 komentar
Putri Pariwisata Meriahkan Pelantikan DPK Taput
Putri Parwisata Kabupaten Tapanuli Utara 2010, Lusi Ayu Gultom turut memeriahkan pelantikan Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Masyarakat Pancasila Indonesia (MPI) Tapanuli Utara di Gedung Sopo Partungkoan, Jalan Sisingamangaraja Tarutung, Sabtu (30/4). Dalam acara itu, Lusi membawakan tarian tradisional Tapanuli Utara di hadapan para tamu undangan yang hadir di antaranya Ketua Harian DPN MPI Bachtiar Effendi Siregar, Sekjen DPN MPI Ir Asman Lubis, Bendahara Umum DPN MPI Faizal Ritongga, Dankosus DPN MPI Drg Herman Saddeq dan Wakil Sekretaris DPN MPI Lili Sukamto.
Sedangkan yang hadir dari DPP MPI Sumut yakni Ketua Bobby Ocatvianus Zukaranaen SE, Sekretaris Aulia P Sitepu SH, Wakil Sekretaris Edi Suranta Sembiring, Bendahara M Ridwan SE, Kabid OKK Ir Rony P Sibuea dan Ketua DPK MPI Sergai Sudanta serta dihadiri Wakapolsek Taput Kompol Besnan Sembiring, serta unsur Pemerintahan Taput dan tamu lainnya.
Ketua DPP MPI Sumut Bobby Octavianus Zulkaranaen SE dalam sambutannya mengatakan, MPI hadir di Taput untuk dapat bersama masyarakat membangun makna pancasila. “Kiranya DPK MPI Taput yang telah dilantik dapat memberi manfaat pada masyarakat dan tetap sosial kontrol pada kinerja aparatur daerah serta tetap bersinergi dalam  membangun ataupun memberdayakan masyarakat,” kata Bobby.
Dilanjutkannya, MPI harus menjaga keharmonisan kepada TNI/Polri serta bergandeng tangan dengan bersama elemen organisasi lain yang ada di Taput. Sehingga dengan begitu, tetap terjaga kondusifitas rasa aman dan nyaman di mata masyarakat. “MPI adalah saudara. Orang lain bisa menjadi saudara dan bagi kami, saudara tidak bisa menjadi orang lain. Ucapan itulah yang selalu dipesenkan Ketua Umum DPN MPI Meher Ban Shah kepada Kader MPI,” ujar Bobby.
Sementara Sekretaris DPP MPI Sumut Aulia P Sitepu dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada pengurus dan kader MPI serta masyarakat dan unsur pemerintahan serta para tamu pada acara pelantikan DPK MPI Taput ini. Dengan lahirnya MPI Taput ini, kiranya dapat menjadi penggerak rasa nasionalisme pada masyarakat.
Sementera Ketua Harian DPN MPI Bachtiar Effendi Siregar dalam sabutannya mengatakan, MPI yang telah terbentuk harus dapat menjaga rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Bukan menjadi rasa benci serta merepotkan masyarakat Taput ini.(*/omi)

Sumber : Harian SumutPos